Sabtu, 08 September 2012

Contoh Proposal Mini Produk Bank Syariah



PRODUK PERBANKAN SYARIAH DI BIDANG PENGHIMPUNAN DANA DARI MASYARAKAT
( FUNDING )

1.1       Latar Belakang Masalah

Bank syariah merupakan salah satu lembaga keuangan yang menjalankan kegiatannya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Aktivitas bisnis dengan perbankan syariah dapat dilakukan dari dua sisi, sisi pertama yaitu penyimpanan dana dan di sisi lain adalah penggunaan dana. Untuk menyimpan dana di perbankan syariah ada dua konsep yang dapat digunakan. Pertama konsep titipan, kedua konsep investasi. Dalam sistem perbankan konvensional kegiatan penghimpunan dana dari masyarakat dilakukan melalui mekanisme giro (demand deposit), tabungan (saving deposit), dan deposito (time deposit). Tujuan utama masyarakat menyimpan menyimpan uang di bank adalah keamanan atas uang,investasi dengan memperoleh bunga,serta untuk memudahkan melakukan transaksi pembayaran.

Dalam perbankan syariah juga dikenal produk-produk berupa giro (demand deposit), tabungan (saving deposit), deposito (time deposit) sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat. Perbedaannya adalah bahwa dalam sisterm perbankan syariah tidak dikenal adanya bunga sebagai kontraprestasi terhadap nasabah deposan, melainkan melalui mekanisme bagi hasil dan bonus yang bergantung pada jenis produk apa yang dipilih oleh nasabah.Dengan demikian produk penghimpunan dana (funding) yang ada dalam sistem perbankan syariah terdiri dari : (1) Giro : Giro Wadiah dan Giro Mudharabah; (2) Tabungan : Tabungan Wadiah dan Tabungan Mudharabah; (3) Deposito : Deposito Mudharabah.

Pengertian Wadiah menurut bahasa adalah berasal dari akar kata Wada`a yang berarti meninggalkan atau titip. Menurut Bank Indonesia (1999) adalah akad penitipan barang/uang antara pihak yang mempunyai barang/uang dengan pihak yang diberi kepercayaan dengan tujuan untuk menjaga keselamatan, keamanan serta keutuhan barang/uang.Prinsip mudharabah diaplikasikan pada produk tabungan, deposito dan giro.Dalam hal ini, Bank Syariah bertindak sebagai mudharib, sedangkan nasabah bertindak sebagai sebagai shahibul maal. Dari hasil pengelolaan dana mudharabah, Bank syariah akan membagihasilkan kepada pemilik dana sesuai dengan nisbah yang telah disepakati dan dituangkan dalam akad pembukaan rekening. Dalam mengelola dana tersebut, bank tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang bukan disebabkan oleh kelalaiannya. Namun, apabila yang terjadi adalah mismanagement, bank bertanggung jawab penuh terhadap kerugian tersebut.

Giro adalah simpanan pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat, artinya adalah bahwa uang yang disimpan direkening giro dapat diambil setiap waktu setelah memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan. Dalam hal ini, Dewan Syariah Nasional telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa giro yang dibenarkan syariah adalah giro berdasarkan prinsip wadiah dan mudharabah.Dengan demikian dalam perbankan syariah dikenal adanya produk berupa Giro Wadiah dan Giro Mudharabah.Walaupun demikian dalam praktiknya prinsip Wadiah yang paling banyak dipakai, mengingat motivasi utama nasabah memilih produk giro adalah untuk kemudahan dalam lalu lintas pembayaran.Disamping itu juga apabila prinsip mudharabah yang dipakai, maka penarikan sewaktu-waktu akan sulit dilaksanakan mengingat sifat dari akad Mudharabah yang memerlukan jangka waktu untuk menentukan untung atau rugi.

Ketentuan umum dari produk giro wadiah ini, Keuntungan atau kerugian dari penyaluran dana menjadi hak milik atau ditanggung Bank, sedang pemilik dana tidak dijanjikan imbalan dan tidak menanggung kerugian. Bank dimungkinkan memberikan bonus kepada pemilik dana sebagai suatu insentif untuk menarik dana masyarakat tapi tidak boleh diperjanjikan di muka.Dari hasil pengelolaan dana mudharabah, Bank syariah akan membagihasilkan kepada pemilik dana sesuai dengan nisbah yang telah disepakati dan dituangkan dalam akad pembukaan rekening. Dalam mengelola dana tersebut, bank tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang bukan disebabkan oleh kelalaiannya. Namun, apabila yang terjadi adalah mismanagement, bank bertanggung jawab penuh terhadap kerugian tersebut.

Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek,bilyet giro,atau alat lainnya.Nasabah dapat jika hendak mengambil simpanannya dapat datang langsung ke bank dengan membawa buku tabungan, slip penarikan,atau melalui fasilitas ATM. Pilihan motif dalam tabungan bisa d’tentukan apabila motifnya hanya menyimpan saja maka bisa dipakai produk tabungan Wadiah, sedangkan untuk memenuhi nasabah yang bermotif investasi atau mencari keuntungan maka tabungan Mudharabah.Perbedaan utama dengan tabungan diperbankan konvensional adalah tidak dikenalnya suku bunga tertentu yang diperjanjikan. Yang ada adalah nisbah pada tabungan mudharabah dan bonus pada tabungan wadiah.

Bank syariah akan memberikan bonus kepada nasabah yang memilih produk berupa tabungan wadiah . Besarnya bonus yang akan diterima oleh nasabah penanggung tidak boleh ditentukan di awal akad, melainkan sepenuhnya diserahkan kepada kebijaksanaan bank syariah yang bersangkutan. Nasabah dalam hal ini tidak menanggung risiko kerugian dan uangnya dapat diambil sewaktu-waktu secara utuh setelah dikurangi biaya administrasi yang telah ditentukan oleh bank. Untuk jenis mudharabah  memang ditujukan untuk memenuhi keinginan nasabah yang mengharapkan keuntungan atas uang yang disimpan di bank.Besarnya keuntukan yang diterima oleh nasabah penabung telah ditentukan dalam nisbah tertentu di awal perjanjian, namun ia juga akan menanggung risiko kehilangan modal jika bank selaku mudharib mengalami kerugian.

Deposito didefinisikan simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank atau pada saat jatuh tempo. Deposito merupakan produk dari bank yang memang ditujukan untuk kepentingan investasi dalam bentuk surat-surat berharga,sehingga dalam perbankan syariah akan memakai prinsip mudharabah.Mengingat sifat spesifik dari deposito yang memang ditujukan untuk kepentingan investasi.Keuntungan bagi bank dengan menghimpun dana dari deposito adalah uang yang tersimpan relatif lebih lama, mengingat deposito memiliki jangka waktu yang relatif panjang.Sehingga bank akan lebih leluasa melempar dana tersebut untuk kegiatan yang produktif.Sedangkan nasabah akan mendapatkan keuntungan berupa bagi hasil yang besarnya sesuai dengan nisbah yang disepakati di awal perjanjian.

Secara teknis pemakaian prinsip mudharabah ke dalam produk deposito sebagai instrumen penggunaan dana dari masyarakat menggunakan tiga instrumen simpanan, yaitu giro,tabungan,dan deposito.Berbeda dengan bank konvansional yang menggunakan bunga sebagai kontraprestasi bagi nasabah, maka dalam perbankan syariah menggunakan dua prinsip perjanjian dalam islam yang didalamnya diyakini tidak mengandung unsur ribamaisyir,gharar,yaitu prinsip titipan ( wadiah ), dan prinsip bagi hasil ( mudharabah ).

Mekanisme penghimpunan dana oleh bank syariah melalui produk berupa tabungan dan deposito biasanya didasarkan pada akad mudharabah mutlaqah , yaitu akad mudharabah yang memberikan kebebasan kepada mudharib (bank) untuk memproduktifkan dana yang ada meliputi jenis usaha dan ruang lingkupnya.Sedangkan dana yang diperoleh akan dilempar kepada masyarakat dengan mendasarkan pada akad mudharabah muqayadah sehingga memudahkan bank dalam proses monitoring.Nasabah selaku deposan akan mendapatkan kontraprestasi berupa bagi hasil yang besarnya sesuai dengan nisbah yang telah ditentukan di awal akad. Dengan menggunakan akad Mudharabah nasabah juga menanggung risiko tidak mendapatkan keuntungan bahkan akan kehilangan sebagian uang yang disimpannya jika usaha yang didanai mengalami kerugian.





1.2       Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah tersebut, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan “Bagaimana pandangan syariah terhadap Giro ( demand deposit), Tabungan (saving deposit), dan Deposito (time deposit) dalam praktik perbankan syariah.

1.3   Tujuan Penelitian
          Adapun tujuan penelitian ini terbagi menjadi  yaitu:

1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini yang didapat yaitu untuk mengetahui bagaimana dan juga mengetahui lebih jauh mengenai produk perbankan syariah di bidang penghimpunan dana dari masyarakat, yaitu Giro, Tabungan dan Deposito.Sehingga hasil dari penelitian ini dapat menjadi masukan kepada pihak perbankan,lembaga keuangan lainnya dan para deposan tentang praktik Giro,Tabungan dan Deposito.

2. Tujuan Untuk Penulis
Bagi penulis sendiri tujuan dari melakukan atau melaksanakan penelitian yaitu untuk mengetahui bank konvensional dan pada bank syariah. Sehingga dapat menjadi ilmu dan pengetahuan labih dari apa yang sudah didapat di perkuliahan.

1.4    Manfaat Penelitian

1.    Untuk mengetahui bagaimana pandangan syariah terhadap praktik Giro (demand deposit), Tabungan (saving deposit), dan Deposito (time deposit).
2.    Untuk mengetahui bagaimana landasan hukum melakukan praktik Giro (demand deposit), Tabungan (saving deposit), Deposito (time deposit) dalam perbankan syariah.












DAFTAR PUSTAKA

Amin,A. Riawan,2003.Bank Syariah Sebagai Solusi yang Berkeadilan dan Berkerakyatan,Jakarta:Bank Muamalah Indonesia
Anshori Abdul Ghofur,2007.Perbankan Syariah Indonesia.Yogyakarta:Gadjah Mada University Press
Harianto,Dedi,2009."Produk Perbankan Syariah dalam Penghimpunan Dana dari Masyarakat ",Bandung:   http://news.produkperbankansyariah.co.ukTanggal akses 12 Januari 2012
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar